Postingan

Menampilkan postingan dengan label air mata

Dua Kisah satu Objek

Dua Kisah satu Objek Merujuk pada judul ini, saya mau mengutip kembali dua artikel pendek yang saya tulis ketika seorang saudara bernama Bertha Agustina Bani meninggal. Ia seorang ibu rumah tangga yang meninggal akibat sakit yang mendera tubuhnya sejak November 2019. Ia menghembuskan nafas di Rumah Sakit Siloam Kota Kupang pada tanggal Sang ibu rumah tangga seorang ibu yang berhasil membina anak-anaknya dari suaminya terdahulu. Suaminya yang pertama meninggal ketika anak-anak yang dilahirkan masih kecil. Lima orang anak lelaki lahir dari kandungannya dari suaminya terdahulu. Ia kemudian dinikahi lagi oleh seorang duda. Keduanya memadu kasih dalam masa menikah itu walau umur mereka terpaut agak jauh. Tuhan mengasihani mereka. Kepada mereka dikaruniai dua orang anak, seorang laki-laki dan seorang perempuan. Anaknya yang sulung, lelaki telah menamatkan sekolah lanjutan atasnya, dan adiknya yang perempuan sementara duduk di bangku sekolah pada jenjang yang sama ketika sang ibu mening...

D u k a

Pada satu pagi, 23 Agustus 2019, melalui media sosial WhatsApp Grup, seorang teman menyampaikan bahwa ada kematian anggota keluarganya. Ia berharap mungkin ada teman dalam grup yang sudi turut melayat atau hadir dalam upacara penguburan. Saya tidak dapat melayat atau menghadiri upacara  penguburan. Lantas saya menulis di grup WA puisi yang saya beri judul, DUKA. D U K A Bila kau datang Kami tak dapat menghalau Bila kau tiba Kami tak dapat mengusir Bila kau masuk Kami dengan amat terpaksa menerima. Duka Kau penyebab tangis Kau pemantik ratap Kau penyulut pilu Kau pentolan sedih Kau jebolan susah Duka Maafkan kami yang tak sanggup menerima dirimu. Menjauhlah dari kami yang lemah tak berdaya Menyingkirlah ke tempat lain agar kami dapat keteduhan Walau demikian Kami tetap punya asa Kami terus berkanjang harap Kami bergantung pada sang Sumber Hikmat Kami mohonkan hibur Kami sandarkan raga lelah. Kiranya kami mendapatkan kekuatan. Ki...