Na'oi: Keturunan yang diberi tinggal
Na'oi: Keturunan yang Diberi Tinggal Gambar ilustrasi oleh ChatGPT Tentang nama, darah, dan rumah tempat seorang anak diakui Dalam kebudayaan Pah Amarasi, perkawinan bukan sekadar pertemuan seorang laki-laki dan seorang perempuan. Ia adalah pertemuan dua keluarga, dua nono , dua sejarah, dan dua garis keturunan yang kemudian harus ditempatkan dalam tata kehidupan komunitas. Karena itu, ketika seorang anak lahir, pertanyaan adat tidak berhenti pada: Siapa ayah dan ibunya? Ada pertanyaan lain yang jauh lebih dalam: anak ini akan berdiri di dalam nono siapa? Di sinilah kita bertemu dengan satu istilah yang menarik: na'oi . Dalam Melayu Kupang, na'oi dapat dipahami sebagai “kasi tenga”, memberi kesempatan untuk tinggal. Dalam bahasa Indonesia, kurang lebih berarti mengizinkan untuk berada, tinggal. Tetapi dalam hukum adat, na'oi bukan sekadar membiarkan seseorang tinggal di sebuah rumah. Ia menyentuh sesuatu yang lebih mendasar: memberi ruang bagi seoran...