Haot-Fatis, Oe Maputu' ~ Ai Marara': Ketika Anak Kembali kepada Asal
Sepasang calon suami-isteri mengantar haot-fatis; oe maputu' ~ ai marara' foto: Roni Ada saat dalam hidup ketika seorang anak berhenti menghitung apa yang telah diberikan oleh orang tuanya. Sebab semakin ia menghitung, semakin ia menyadari bahwa tidak ada angka yang cukup untuk membayar sebuah kehidupan. Ibu telah memberikan tubuhnya. Ayah telah memberikan tenaga dan perlindungannya. Keduanya menggendong hari-hari yang berat agar seorang anak dapat berjalan pada hari-hari yang lebih ringan. Mereka menanam sebelum anak mengenal arti tumbuh. Mereka bekerja sebelum anak mengenal arti lelah. Mereka menahan lapar sebelum anak mengenal arti kenyang. Karena itu, dalam kehidupan masyarakat adat Pah Amarasi, ada sebuah kebiasaan yang menyimpan makna mendalam: haot-fatis, oe maputu’-ai marara’. Ia bukan sekadar pemberian seorang anak kepada ibu dan ayah. Ia adalah satu bahasa budaya. Bahasa yang tidak selalu diucapkan dengan banyak kata, tetapi dapat berbicara melalui apa yang diletakk...