Postingan

Menampilkan postingan dengan label kematian

Kehidupan Seperti Apa di Balik Sana?

Gambar
Kehidupan Seperti Apa di Balik Sana? Dalam beberapa tulisan saya yang berhubungan dengan pengetahuan kebudayaan yang kiranya nuansanya bagai suatu aliran kepercayaan, saya beberapa kali menulis tentang upacara menguburkan jenazah dari orang yang dikasihi ketika meninggal dunia. Upacara yang khas orang Timor, khususnya di kalangan masyarakat adat Pah Amarasi, salah satu sub etnis di Timor. Upacara itu disebut Subat. Beberapa kali saya diminta menyajikan materi-materi yang khas seperti itu di kalangan anggota Presbiter dalam wilayah pelayanan GMIT Klasis Amarasi Timur. Para pendeta, penatua, diaken, dan pengajar secara berkelompok mengikuti paparan-paparan saya dalam pembagian wilayah yang disebut rayon. Suatu perkembangan yang menarik, ketika dalam diskusi-diskusi itu saya mendapatkan banyak masukan tentang roh orang mati dalam pengetahuan masyarakat lokal di bekas Swapraja Amarasi. Swapraja Amarasi itu sendiri dalam pengetahuan masyarakat adat, dikenal dengan istilah Pah Amarasi. Masya...

Ikhlas Pada Kematian

Ikhlas pada Kematian Sore ini kami warga sedesa Nekmese' Amarasi Selatan berduka. Bukan saja warga sedesa ini, kerabat dekat yang menetap di kota Kupang pun berduka. Bahkan merekalah yang mengurus jenazah dari mendiang seorang saudari yang meninggal itu. Sang mendiang pergi untuk selama-lamanya. Ia meninggalkan seorang suami dan dua orang anak, buah cinta kasih. Kedua anak masih amat belia. Sulung telah menamatkan sekolah menengah atas, sedang bungsu masih duduk di bangku sekolah menengah atas. Di rumah itu ada seorang anak yang diadopsi. Sayang sekali, ia cacat, tetapi ia tidak membebani keluarga ini. Kabar-kabar melalui aplikasi WhatsApp kami baca. Di sana emoji berairmata penuh di layar dan dinding para penggunanya baik grup maupun jaringan pribadi. Kabar tentang jenazah yang masih berada di Rumah Sakit. Lalu beralih dari sana ke rumah kerabat terdekat di kota Kupang. Lalu, terakhir kabar tentang akan diberangkatkannya jenazah ke rumah duka, di kampung halaman, di ...

Hukum Adat di Kalangan Orang Amarasi Raya (seri-3)

Gambar
Subat, Upacara sekaligus Hukum Adat (3) Semua makhluk hidup di permukaan bumi ini, pada akhirnya akan mati. Manusia, salah satu di antara makhluk hidup sebagai yang diciptakan berbeda dengan makhluk hidup lainnya itu, pada akhirnya akan mati. Mati, sebagai kata atau istilah dalam Bahasa Indonesia ada pilihannya. Mati sebagai istilah yang terasa kurang sopan. Meninggal dan wafat, atau mangkat terasa lebih terhormat. Istilah manakah yang tepat? Seringkali itu hanyalah persoalan nilai rasa.  Orang Amarasi sendiri punya sebutan untuk kematian dengan metafor yang menarik. Berikut ini istilah-istilah yang sudah pernah dibahas dalam pertemuan-pertemuan ilmiah gerejani di Klasis Amarasi Timur. A.     Filosofi kehidupan dan kematian 1.       In nuut ee namsoup goen Frase pendek di atas in   nuut   ee   namsoup   goen,   bila diterjemahkan secara harfiah artinya, kayu bakarnya telah habis terbakar . Fras...