Kurut-Kaet, Nopu-Hau, Sisa'en too Mfaun
Kematian datang, tangis merebak, tetangga merapat, para tokoh berdiskusi. Keluarga dekat dan jauh menangisi jenazah, para tokoh menata pelayanan hingga upacara penguburan. Itulah suasana dan nuansa ketika kematian menerpa. Ada tangisan, namun ada kerja bersama, solidaritas tetap terjaga, kerekatan komunitas tiada terhapuskan. Maka, ketika kematian menerpa, suasananya menjadi tanggung jawab bersama. ilustrasi suasana ketika ada kedukaan pada kalangan masyarakat Atoin Meto' Gambar ilustrasi oleh ChatGPT A. Etimologi Kurut-kaet berarti ratap dan tangis. Istilah ini digunakan dalam suasana kematian atau kedukaan, ketika keluarga batih, keluarga dekat, dan keluarga jauh menangisi orang yang telah meninggal. Dalam suasana itu, tangisan bukan hanya ungkapan kesedihan pribadi, melainkan juga menjadi suara yang terdengar di luar rumah duka dan diketahui oleh lingkungan sekitarnya. Dalam konteks ini dikenal pula ungkapan nsiun ma nain, yakni tangisan yang disertai cerita atau ungkapan...