Postingan

Menampilkan postingan dari September 13, 2026

Na'oi: Keturunan yang diberi tinggal

Gambar
  Na'oi: Keturunan yang Diberi Tinggal   Gambar ilustrasi oleh ChatGPT Tentang nama, darah, dan rumah tempat seorang anak diakui Dalam kebudayaan Pah Amarasi, perkawinan bukan sekadar pertemuan seorang laki-laki dan seorang perempuan. Ia adalah pertemuan dua keluarga, dua nono , dua sejarah, dan dua garis keturunan yang kemudian harus ditempatkan dalam tata kehidupan komunitas. Karena itu, ketika seorang anak lahir, pertanyaan adat tidak berhenti pada: Siapa ayah dan ibunya? Ada pertanyaan lain yang jauh lebih dalam: anak ini akan berdiri di dalam nono siapa? Di sinilah kita bertemu dengan satu istilah yang menarik: na'oi . Dalam Melayu Kupang, na'oi dapat dipahami sebagai “kasi tenga”, memberi kesempatan untuk tinggal. Dalam bahasa Indonesia, kurang lebih berarti mengizinkan untuk berada, tinggal. Tetapi dalam hukum adat, na'oi bukan sekadar membiarkan seseorang tinggal di sebuah rumah. Ia menyentuh sesuatu yang lebih mendasar: memberi ruang bagi seoran...

Haot-Fatis, Oe Maputu' ~ Ai Marara': Ketika Anak Kembali kepada Asal

Gambar
  Sepasang calon suami-isteri mengantar haot-fatis; oe maputu' ~ ai marara' foto: Roni Ada saat dalam hidup ketika seorang anak berhenti menghitung apa yang telah diberikan oleh orang tuanya. Sebab semakin ia menghitung, semakin ia menyadari bahwa tidak ada angka yang cukup untuk membayar sebuah kehidupan. Ibu telah memberikan tubuhnya. Ayah telah memberikan tenaga dan perlindungannya. Keduanya menggendong hari-hari yang berat agar seorang anak dapat berjalan pada hari-hari yang lebih ringan. Mereka menanam sebelum anak mengenal arti tumbuh. Mereka bekerja sebelum anak mengenal arti lelah. Mereka menahan lapar sebelum anak mengenal arti kenyang. Karena itu, dalam kehidupan masyarakat adat Pah Amarasi, ada sebuah kebiasaan yang menyimpan makna mendalam: haot-fatis, oe maputu’-ai marara’. Ia bukan sekadar pemberian seorang anak kepada ibu dan ayah. Ia adalah satu bahasa budaya. Bahasa yang tidak selalu diucapkan dengan banyak kata, tetapi dapat berbicara melalui apa yang diletakk...