Postingan

Hoax, bully, madu dan kerbau

Hoax, bully, madu dan kerbau Menakar waktu, mendulang hari. Menjulang gunung, menjunjung langit. Siapa dapat memenjarakan angin? Hoax bertabur fitnah akan dipetik. Beribu bintang bertebaran di langit, Awan-gemawan terbang di bawahnya. Adakah selebriti dan jenderal menggapainya Bila berujar saja bully nan ejek menyertainya. Bunga di padang kembang berkumbang. Sumber manis alam nutural. Siapa suka menebar kebajikan? Laksana madu ketamuan kumbang. Kerbau berkubang, lumpur berjorok. Tahu jelek tetap dilakoni. Ajaiblah insani meniru kerbau. Mengetahui buruk, masih   didramakan. Heronimus Bani Diterbitkan juga oleh infontt.com 03 Pebruari 2017

Bacalah! Tulislah! Karena besok kamu ...

Bacalah! Tulislah! Karena besok kamu ...   Hai Sobat, Kamu masih waras, bukan? Ambillah buku bernas, bacalah! Kamu melek aksara, bukan? Tengoklah literatur, bacalah!   Hai Sobat, Kamu tidak gagap, bukan? Berpendapatlah secara terbuka, jujur dan jentelmen. Kamu mengenal aksara, bukan? Menulislah!   Hai sobat, Gores dan guratkan idemu biar berprasasti. Selagi masih siang lakukanlah! Bila kelak sudah di balik keranda jenazah, Siapa membongkar gagasanmu?   Menulislah! Karena besok kamu akan mati! Beta ju bagitu, ma nanti dolo ! Heronimus Bani first published on www.infontt.com; 2017/01/19

Menikahi Suka dan Duka

Menikahi Suka dan Duka [1] (Heronimus Bani) 1.        Pengantar Dalam suatu kesempatan mengantar pengantin yang sudah diresmikan perkawinan mereka melalui upacara agama dan pencatatan perkawinan menurut Undang-Undang, saya mendapat kesempatan berbicara. Ketika itu saya menerjemahkan ungkapan adat Amarasi Raya yang   berbunyi, noon reko – noon re’uf of hanaf ma beno ntean kit. Kata kunci dari ungkapan ini ada pada frase pertama yaitu noon reko – noon re’uf. Terjemahan lurusnya adalah pesta baik/bahagia maupun pesta tidak baik (maksudnya kedukaan). Dari ungkapan ini ternyata bila dipersepsikan lebih lanjut secara terbuka ternyata ada suka-duka yang akan dialami ketika sepasang kekasih menjadi suami-isteri. Suka-duka itu tidak berhenti untuk dialami oleh mereka saja, tetapi akan melibatkan keluarga-keluarga para pihak yang terlibat dalam mengurus perkawinan itu. Kembali ke paragraf pertama. Ketika itu saya mengatakan, sesungguhnya ketika k...

Hadirat Allah

Gambar
Renungkanlah! Bila saudara baru pulang dari mengikuti kebaktian/misa rutin, mengikuti kebaktian/misa sakramen, apa yang saudara rasakan bila berada di dalam gedung kebaktian? Mungkin saudara balik bertanya pada saya, apa maksudnya? Tentu saja kita yang berada di dalam gedung kebaktian menurut tata cara gereja masing-masing, mesti merasakan kehadiran Tuhan, hadirat Allah di dalam kebaktian ini. Artinya, semua orang mengetahui dan merasakan bahwa Allah yang adalah Roh sungguh-sungguh hadir di dalam kebaktian/misa tersebut. Maka, segala rasa hormat, segala kemuliaan dan kepujian hanya bagi-Nya. Jika demikian, apakah semua orang mau menundukkan keangkuhan dan kepongahan, ego dan keakuan kepada-Nya? Seringkali orang lupa bahwa Tuhan Allah hadir di dalam RohNya bersama umat-Nya dalam ibadah/kebaktian/misa. Kehadiran-Nya “diwakilkan” kepada imam yang memimpin ibadah/kebaktian/misa pada hari itu. Pancaran kuasa dan kemuliaan-Nya terpusat dari sang imam. Pancaran itu menyebar ke se-ant...

Sofi, Pemberian kepada Uismina’

Gambar
Pengantar Sebagai orang di desa saya mengikuti paling kurang dua upacara dalam siklus kehidupan manusia. Upacara perkawinan adat dan upacara pemakaman. Pada etnis Timor ada banyak sebutan untuk upacara perkawinan adat seperti: ripa’-oko’, mapua’ mahonit, mnait noni, kninu’ matsaos, dan yang terkenal dalam bahasa Melayu Kupang, maso minta. Sementara untuk upacara pemakaman etnis Timor menyebutnya, subat. Menurut beberapa orang tua yang sudah sepuh, subat telah mengalami evolusi perlakuan. Evolusi apa saja, akan sedikit diuraikan di sini. Salah satu hal lain yang berevolusi adalah sofi. Uraiannya pada bagian kedua. Subat Berevolusi pada Etnis Timor (di Amarasi Raya) Orang Amarasi Raya, sebagaimana orang Timor ( atoin meto’ ) ketika meninggal akan dikuburkan. Tentu tidak perlu banyak cerita tentang penguburan. Orang cukup menggali lubang dengan kedalaman + 150 cm, lebar + 100 cm, dan panjang + 200 cm. Menurut cerita pada masa lalu, sebelum jenazah dikuburkan, ia dibungkus den...

Kuburkan Aku Di Sisi Kekasihku (cerpen)

Gambar
 ilustrasi kuburan, dream.co.id Saat-saat terakhir telah menjelang. Mataku menerawang ke sekeliling kamar. Usahaku sia-sia. Anak-anakku berdiri bagai pagar mengelilingi sisi pembaringanku. Para menantu duduk terpekur. Cucu-cucuku berbisik-bisik. Aku sadar kini, malaikat maut segera akan menjemput dan mengawalku kembali ke asal-muasalku. Aku masih bisa menghitung dan mengingat anak-anakku. Simon, Noni, Onis, Soni, Menti, si kembar pertama Sanci dan Sarci, si kembar kedua Renci dan Rahab. Aku bersyukur diberi kesempatan oleh Yang Maha Kuasa untuk mengandung, melahirkan dan membesarkan mereka. Tentu saja aku tidak sendirian. Aku dan suamiku, Mozes. Aku benar-benar berusaha mengingat dan mengenang mereka. Seandainya saja aku bisa duduk dan berbicara kepada mereka, aku ingin berkisah dalam nostalgia masa kecil, masa remaja, dan seterusnya mengikuti arus waktu dalam kualitas isian yang kami lewati bersama. Mozes, suamiku yang teramat mencintai keluarga. Ia pekerja ker...