Postingan

'Kina' Fafi-Asu

Gambar
'Kina' Fafi-Asu Dalam budaya masyarakat Amarasi Raya ada banyak istilah yang metamorf. Hal yang demikian sangat lazim di kalangan Atoin' Meto' pada umumnya. Salah satu di antara istilah atau idiom itu seperti yang terdapat pada judul ini, 'kina' fafi-asu. Ketika para orang tua yang memangku hukum adat berkumpul untuk suatu urusan perkawinan menurut hukum adat, salah satu idiom yang dipakai seperti itu. Kata-katanya akan menjadi, ta'kina' fafi-asu. Jika diterjemahkan secara harfiah artinya, membuat gigi babi dan anjing terdiam. Arti secara lurus kira-kira begini, biarkan anjing menggonggong tetapi tidak menggigit, biarkan babi bersuara di kandang tetapi tidak menyerang . Nah, apa yang mereka maksudkan dengan ta'kina' fafi-asu ? Kisah munculnya idiom ini ada latar belakangnya. Sepasang kekasih telah matang dan siap menjadi pasangan suami-isteri. Maka, sang pemuja cinta yaitu tuan muda mesti muncul di hadapan orang tua dan sau...

Noesan

Noesan Sebenarnya ide untuk menulis tentang hal yang satu ini sudah lama bercokol di otak. Tapi, selalu saja ada hal baru yang mendahului. (ha ha). Nah, kemarin, dalam percakapan lepas dengan teman-teman guru di sekolah, seorang teman guru bercerita tentang cucunya yang "cerewet". Bagi saya, anak di bawah lima tahun ada yang cerewet seperti selalu menangis, bicara asal bunyi, atau sudah dapat berkomunikasi dengan orang tuanya, kakek-neneknya, atau siapapun, itu hal yang normal dan wajar-wajar saja. Tetapi, yang dinyatakan oleh teman saya, "In noesan areift ee!" Dia menyerupai orang yang memotong tali pusarnya. Sesungguhnya tidak ada hubungan darah antara seorang bidan yang menolong persalinan dengan sifat bawaan anak. Para ahli Genetika mengajarkan kepada kita bahwa ada warisan sifat dari orang tua kepada keturunannya. Warisan sifat itu kemudian oleh orang Timor di Amarasi Raya, mereka menyebutkannya dengan istilah sendiri Noesan. Dalam hal noesan, se...

'Soko dan Rafe

'Soko dan Rafe Sebetulnya dua kata di atas bukan sesuatu yang luar biasa di kalangan Atoin' Meto'. Sebagai orang Atoni', saya dan komunitas kami di Amarasi Raya begitu mendengar kata ' soko  atau rafe, orang langsung paham dan dapat secara tepat menyebutkan barang yang dipakai sebagai 'soko  atau rafe. 'Soko . Tanda larangan dengan dedaunan tertentu. Dalam budaya Atoin' Meto',  melarang seseorang atau komunitas untuk tidak masuk, tidak mengambil barang sesuatu apapun di satu area/lahan, orang menggunakan tanda. Tanda itu disebut 'soko.  Begitu tanda itu ditempat pada satu tempat atau beberapa tempat, maka orang segera sadar akan larangan.  Jika larangan itu dilangkahi akan berdampak buruk pada pelanggarnya.  Contoh.  Seseorang menanam lamtoro sebagai pakan ternak sapi. Lamtoro yang ditanam itu tumbuh besar dan tinggi. Lalu, sebelum ia mengambil, ternyata sudah ada orang yang mengambil terlebih dahulu. Ia lalu memasang tanda laranga...

Dua Kisah satu Objek

Dua Kisah satu Objek Merujuk pada judul ini, saya mau mengutip kembali dua artikel pendek yang saya tulis ketika seorang saudara bernama Bertha Agustina Bani meninggal. Ia seorang ibu rumah tangga yang meninggal akibat sakit yang mendera tubuhnya sejak November 2019. Ia menghembuskan nafas di Rumah Sakit Siloam Kota Kupang pada tanggal Sang ibu rumah tangga seorang ibu yang berhasil membina anak-anaknya dari suaminya terdahulu. Suaminya yang pertama meninggal ketika anak-anak yang dilahirkan masih kecil. Lima orang anak lelaki lahir dari kandungannya dari suaminya terdahulu. Ia kemudian dinikahi lagi oleh seorang duda. Keduanya memadu kasih dalam masa menikah itu walau umur mereka terpaut agak jauh. Tuhan mengasihani mereka. Kepada mereka dikaruniai dua orang anak, seorang laki-laki dan seorang perempuan. Anaknya yang sulung, lelaki telah menamatkan sekolah lanjutan atasnya, dan adiknya yang perempuan sementara duduk di bangku sekolah pada jenjang yang sama ketika sang ibu mening...

Atoin' Meto' Nusa Lote

Atoin’ Meto’ Nusa Lote ee… ee… le le .. le le … Atoin’ Meto’ Nusa Lote Hit on koor kase ma koor kefi Ntoup ma nsium kit tbi Nusa Lote Pah ma nifu po’on ma rene Atoin’ Meto’ Nusa Lote Na’iik ma nasuit kuun nteun ma natai na’po’on ma nmareen nseik ma noun ntae ma ntai kuun reko mamasa’ nbi pah ma nifu Nusa Lote ooo… Atoin’ Meto’ Nusa Lote Nusa Lote naskau ma na’aifat Ita Esa, haan ma'afa' manesa' nekaf mese' - ansaof mese', nii aif neu kit (Roni Bani) Pulau Rote dan anak pulaunya, Ndao, berdiri sebagai Kabupaten sendiri di Selatan NKRI dengan nama Kabupaten Rote-Ndao, disingkat Ronda. Di sana sebelum atau sesudahnya ada orang-orang dari daratan Pah Meto' yang menyebut diri Atoin' Meto',  Dalam dua tahun ini mereka membentuk satu persekutuan orang-orang Timor dengan nama Paguyuban Atoin' Meto'. Dalam masa perayaan hari jadi mereka yang kedua, saya mendapati gambar-gambar menarik melalui akun FB Pdt...

Makan Muntar

Gambar
Makan Muntar Permainan yang satu ini pasti ada di seluruh wilayah NKRI ini. Namanya pun mungkin beragam. Cara memainkannya pun pasti ada variannya. Permainan ini namanya, bermain kelereng atau gundu. Saya tidak dapat memastikan asal-muasal permainan ini, tetapi pada masa kecil, permainan ini sangat menarik, bahkan seringkali harus mendapatkan hukuman dari guru di sekolah jika ketahuan bermain kelereng. Apakah bermain kelereng itu tidak ada manfaatnya? Saya menyadari bahwa pada masa lalu bila guru menghukum murid oleh karena bermain kelereng, ada alasannya. Sering sekali para siswa akan bermain kelereng sampai berjam-jam di luar jam belajar. Artinya, sepulangnya dari sekolah, anak-anak akan bermain kelereng sampai lupa waktu untuk membantu orang tua di rumah dalam hal tugas-tugas rumahan. Bahkan, ketika sudah keasyikan bermain kelereng mereka lupa untuk mengisi kantong tengah atau tidak mendapatkan makanan pada hari siang. Lalu, ketika malam tiba, mereka tidak sempat ...

Ikhlas Pada Kematian

Ikhlas pada Kematian Sore ini kami warga sedesa Nekmese' Amarasi Selatan berduka. Bukan saja warga sedesa ini, kerabat dekat yang menetap di kota Kupang pun berduka. Bahkan merekalah yang mengurus jenazah dari mendiang seorang saudari yang meninggal itu. Sang mendiang pergi untuk selama-lamanya. Ia meninggalkan seorang suami dan dua orang anak, buah cinta kasih. Kedua anak masih amat belia. Sulung telah menamatkan sekolah menengah atas, sedang bungsu masih duduk di bangku sekolah menengah atas. Di rumah itu ada seorang anak yang diadopsi. Sayang sekali, ia cacat, tetapi ia tidak membebani keluarga ini. Kabar-kabar melalui aplikasi WhatsApp kami baca. Di sana emoji berairmata penuh di layar dan dinding para penggunanya baik grup maupun jaringan pribadi. Kabar tentang jenazah yang masih berada di Rumah Sakit. Lalu beralih dari sana ke rumah kerabat terdekat di kota Kupang. Lalu, terakhir kabar tentang akan diberangkatkannya jenazah ke rumah duka, di kampung halaman, di ...