Postingan

Duduk Makan Bersama Dalam Masyarakat Adat

Gambar
  Duduk Makan Bersama Dalam Masyarakat Adat   Pengantar   Ziarah kehidupan manusia yang semula nomaden kemudian beralih menjadi menetap ketika terjadi revolusi hijau, menyebabkan manusia memiliki pola pikir yang mengevolusi gaya hidup seperti berpakaian dan mengkonsumsi sesuatu secara bersama dan tetap. Pada saat manusia mulai mengenal pola bercocok tanam, tanaman-tanaman palawija dan tanaman pangan dikembangkan secara besar-besaran. Beternak secara tetap sehingga mendapatkan profesi sebagai peternak dan gembala merupakan sikap dan tindakan yang bersamaan dengan revolusi hijau. Menangkap ikan yang semula dilakukan di sungai atau danau beralih ke laut, yang menelorkan ketrampilan hingga keahlian menjadi nelayan, pembuat perahu, kapal dan berjenis alat perangkap dan penangkap ikan. Semua itu dilakukan atas dasar olah pikir yang berkembang untuk   menyikapi perubahan di sekitar kehidupan mereka.   Bagaimana pola dan gaya hidup yang berhubungan dengan maka...

Ukuran Panjang dalam Uab Meto’

  Ukuran Panjang dalam Uab Meto’ Pengantar   Secara internasional orang mengenal besaran pokok: Panjang, Berat dan Volume.   Orang mengenal sentimeter, meter dan kilometer. Demikian pula orang mengenal ons dan kilogram, serta liter, dan lain-lain. Itulah sebahagian dari sebutan-sebutan dari turunan tiga jenis besaran pokok.   Apakah ada besaran pokok yang berlaku pada komunitas masyarakat tertentu? Misalkan pada orang etnis Timor (Atoni’) yang menggunakan Bahasa Meto’, apakah ada pada mereka satuan-satuan ukuran Panjang sebelum datangnya ukuran Panjang yang diakui dan dipakai secara Bersama ukuran standar internasional? Jawabannya, ada. Walaupun seakan tidak standar namun, ada dan diakui.   Bagaimana keberadaanya? Dalam makalah sederhana ini akan dijelaskan apa yang dimiliki etnis Atoni’ di pulau Timor bagian Barat.   Jenis satuan Panjang etnis Atoni’   1.        Rakat, lakat (lit.jengkal, langkah)...

Sonaf Puup-Kolo Hae Malunat

Gambar
Sonaf Puup Kolo-Hae Malunat Boas Banunaek (27/08/22)  (Foto: dokpri: RoniBani) Pengantar Saya dan 4 orang rekan yang tergabung dalam satu tim diutus oleh Unit Bahasa dan Budaya GMIT Kupang. Tim ini ditugaskan untuk melakukan lokakarya mini Bahasa Meto'-Amanatun. Bahasa Meto' Amanatun merupakan salah satu cabang bahasa dari induknya, Bahasa Meto' (atau yang dalam istilah Meto' disebut bervariasi,  Uab Meto', Aguab Meto', Molok Meto' ).  Daerah sasaran yaitu Amanatun, suatu wilayah bekas kefetoran ( ke-usif-an ~  kerajaan). Amanatun berada di Kabupaten Timor Tengah Selatan, NTT. Kami tiba di sana setelah melewati jalan berliku di bebukitan atau di lereng-lereng yang cukup curam. Kabar baiknya, ruas-ruas jalan yang demikian itu sudah beraspal ( hotmix ), dan berharap semuanya demikian antara kota Niki-niki – Oinlasi – Nunkolo dan seterusnya ke Menu’ – dan Kolbano. Singkat cerita, kami memulai kegiatan sosialisasi (dalam bentuk lokakarya) Keragamanan Bahas...