Postingan

Bajual dan Belajar

Gambar
Makhluk manusia ada muatan sebagai makhluk ekonomi. Konsep ini diketahui para pakar ekonomi, sedangkan orang dengan raihan pendidikan seadanya tahu bahwa orang perlu menjual sesuatu untuk mendapatkan uang. Nah, pikiran yang kedua dipahami bahwa siapa saja dapat berjualan sebagaimana yang terjadi pada seorang gadis cilik yang saya temui di halaman sekolah. Sisi berbeda, di ruang kelas saya temukan seorang siswa kelas dua menempelkan karyanya di tembok. Ia menggambar dua ekor ayam. Ketika saya bertanya pada para siswa di kelas itu, mereka beramai-ramai bagai koor menjawab bahwa teman mereka bernama Anti Benu yang menggambar dan menempelkannya di sana. Nah, antara gadis kecil di bawah pohon dengan toples berisi jualan, dengan gadis kecil di kelas dengan karyanya, tentu ada bedanya. Satunya masih berumur di bawah empat tahun, sedangkan satunya sudah tujuh tahun. Satunya belum bersekolah tetapi diberi tanggung jawab berjualan untuk mendapatkan uang agar bisa membantu orang tu...

Astronomi Masyarakat Adat Amarasi Raya

Gambar
By: Heronimus Bani Ketika ibadah natal di sekolah, saya diberi kepercayaan untuk memimpin khotbah bernuansa pendidikan. Saya pikir susah juga, tetapi teman guru yang mengasuh mata pelajaran agama memintanya lagi, saya menyanggupinya. Ibadah natal dihadiri oleh siswa kelas 1 - 9  (SD-SMP), para orang tua dan guru. Tema ibadah natal ini mengikuti tema nasional Hidup Bersama Sebagai Keluarga Allah. Saya  tidak menyitir tema itu dalam renungan yang saya antarkan, tetapi mengarahkan para siswa dan peserta ibadah natal pada pengetahuan tentang perbintangan. Setelah membaca bagian dari Kitab Suci (Alkitab) yang mengisahkan tentang perjalanan para majus dari timur dengan petunjuk bintang, saya mengajak para peserta ibadah untuk merenungkan perjalanan panjang para majus dan segala akibat dari perjalanan itu yang ditemui. Tidak kurang pasti ada yang menyenangkan dan juga ada yang tidak menyenangkan. Seluruh perjalanan itu ditempuh dengan berkaki. Jika berkendaraan pun, pastilah un...

Aktif Menemukan Informasi

Gambar
Di sekolah dasar dimana saya mengajar, h ari ini (27/01/2016) di ruang kelas dimana saya mengajar, para siswa dari kelas berbeda berada di dalam ruangan ini tanpa malu-malu. Sesuatu yang tidak biasanya terjadi di sekolah. Jika itu terjadi biasanya terpaksa dilakukan oleh karena dipaksa oleh gurunya. Para siswa Kelas IV masuk ke kelas VI dan menemukan sendiri informasi tentang Kabinet Kerja yang ada pada pamflet yang saya tempelkan di tembok ruang kelas VI. Menariknya, mereka seakan tidak peduli kalau di kelas itu para siswa Kelas VI sedang belajar bersama gurunya. Saya sungguh menyukai suasana ini, dan menikmatinya bersama mereka dalam koridor pembelajaran aktif, menyenangkan.   Sebelumnya, para siswa Kelas VI untuk kesekian kalinya mendapat kesempatan melongok layar monitor laptop dimana, kami semua mencari informasi/pengetahuan tentang GLOBALISASI, pengertiannya, dampak positif-negatif, dan lain-lain. Siswa dan guru sama-sama senang Kalau saja ada dua atau beberapa uni...

Semalam Mendayung Cinta di Lalao

Gambar
Sejauh mata memandang di pantai Ba’a nuansa sore mengantar manek siang sang mentari ke balik peraduannya. Menara di pantai Ba’a sebagai simbol keberhasilan dan tanda adanya sebuah pulau terselatan di republik ikut memberi nuansa indah di pantai Ba’a. Lampu di menara itu dinyalakan. Ombak kecil beriak-riak memukul bibir pantai. Suasana yang teramat nyaman. Sore itu, Messakh, galau hatinya. Ia berada di pantai itu untuk sekedar menenangkan hati agar ia dapat bertemu gadis idolanya. “Bagaimana memulainya?” Messakh membatin. Setelah tiga tahun berteman dengan Beti gadis manis di ujung timur pulau Rote, Messakh ingin menyampaikan isi hatinya. Ia bertekad untuk tidak gagal. Ia harus memiliki kekuatan yang prima untuk menyatakan cintanya pada Beti. Messakh beranjak dari pantai Ba’a. Sebelum berangkat ia memeriksa dan memastikan bahan bakar pada sepeda motornya agar cukup untuk tiba di sana. Ia tidak sempat mengisi bahan bakar pada siang hari. Stasiun Pengisian Bahan bakan untuk um...

Di Ruang Kerja Drs. Leonard Haning, M.M

Gambar
Kamis, 21 Januari 2016, saya dan tiga orang teman berangkat dengan bersepeda motor dari Kota Oepoi-Kupang menuju Pelabuhan Penyeberangan Bolok. Ternyata kami sudah terlambat. Sepeda motor sudah tidak dapat ditampung di atas dek kapal. Penumpang masih mungkin untuk itu. Tanpa diskusi, pimpinan rombongan Pdt. Munce Therik mengambil ancang-ancang putar haluan. Kami menuju ke Pelabuhan Tanjung Lontar Tenau dimana kapal feri Bahari Express akan berangkat pada jam 09.00 WITa. Kami tidak dapat membawa dua unit sepeda motor ke Rote berhubung kapal feri cepat hanya membawa penumpang saja. Akhirnya tiga orang pemuda dari BFA Oepoi Kupang didatangkan untuk mengambil dua unit sepeda motor yang dengan terpaksa kami harus tinggalkan. Kami akhirnya dapat menyeberang ke Rote dengan feri cepat Bahari Express. Kami tiba di pelabuhan laut Ba'a pukul 10.10 WITa. Seseorang yang telah mendapat kabar dan telah menyediakan diri, waktu, tenaga dan fasilitas kendaraan telah menunggu kami untuk membawa kam...

AJARAN

Pengantar Dalam bulan Oktober 2015 salah satu golongan/aliran (denominasi) dalam agama Kristen (Protestan) mengadakan kebaktian kebangunan rohani (KKR) di salah satu desa dalam wilayah Amarasi Raya. Kegiatan ini melibatkan pengunjung dari dalam denominasi itu sendiri dan denominasi lainnya, terutama yang berada di dalam   wilayah desa itu. KKR tersebut diadakan dalam satuan waktu 6 hari, yang setiap harinya berlangsung sekitar pukul 18.00 – 21.30 waktu setempat. Pada setiap pertemuan dibahas satu tema dengan diselingi do’a, puji-pujian kepada Tuhan dan juga babak mengajukan pertanyaan secara tertulis, dan akan dijawab pada hari terakhir KKR. Sayangnya, sejumlah pertanyaan tertulis yang diajukan itu tidak sempat dijawab oleh pembicara berhubung puncak acara KKR diisi dengan kegiatan di luar arena. Menarik, pembicara dan pendengar begitu antusias berhubung kegiatan semacam ini tidak selalu terjadi di desa. Fenomena lainnya adalah, lokasi di pusat desa menjadi ramai karena keda...

Bnetes, block grand a la Amarasi

Pengantar Orang di Amarasi Raya sangat familiar dengan kata ini, bnetes [2] . Kata ini selalu dihubungkan dengan tindakan pengumpulan dana (uang) dalam rangka penyelesaian adat perkawinan. Biasanya seorang pemuda di Amarasi Raya, bila sudah memilih gadis yang akan diperisteri, setelah melalui percakapan yang saling berterima antar dua keluarga, maka akan ada perwujudannya. Perwujudan yang dimaksudkan itu adalah, keluarga dari pihak pemuda akan menyerahkan noni, nono dan mapua’ [3] kepada keluarga gadis (nona). Dua dari ketiga item ini selalu dikonversi ke dalam nilai uang, yaitu noni dan mapua’, sedangkan nono tidak selalu dikonversi ke dalam nilai uang. Untuk memikul secara bersama ketiga item itu, keluarga-keluarga ( nonot ) dari pemuda dikumpulkan, diberitahukan besaran nilai uang dari item-item pembiayaan itu. Kemudian, kepada si pemuda sebagai “bintang” dalam urusan itu ia harus bisa menunjukkan kesiapannya dengan sejumlah uang dan ditunjukkan di depan semua orang dari ka...