Postingan

Sea'nono dan Saebnono dalam Budaya Masyarakat Adat Timor (Pah Amarasi)

Gambar
Pengantin adat; foto: Roni   Pengantar Sea'nono dan Saebnono, dua istilah yang dikenal umum oleh masyarakat adat Pah Amarasi. Istilah lain di yang sama maksud dan tindakan yakni kaso nono atau kaos nono. Semua istilah ini merupakan ritual yang khas dalam masyarakat adat Timor, pada umumnya, dan mungkin juga sebahagian di Nusantara yang menganut garis keturunan ayah (patrilineal).  Pengertian Sae'nono, Saebnono Sea'nono sebagai suatu ritual yang diyakini bahwa nama yang melekat secara sakral akan luruh ketika mendapat sentuhan dan lafal tertentu dalam suatu upacara. Keyakinan bahwa nama sakral itu tidak tertulis tetapi tersematkan secara metafisis di dalam diri seorang perempuan (dan anak-anak yang lahir di luar pernikahan sah). Nama sakral itu disebut nono dan akuf/akun. Nono atau akuf/akun yang diluruhkan itu disebut nono mnasi'. Nono dan akuf/akun  milik kalangan keluarga di mana seorang perempuan muda akhirnya harus meninggalkan mereka untuk bersatu dengan suaminy...

Kau dan Aku, Kami dan Kita dalam Sahabat

Gambar
  Foto: Evina Sugiyanti Halo sahabatku Kurasakan dan kunikmati persahabatan kutelusuri dan kutelisik emosi ikatan cinta Kau dan aku, kita bersama dalam ruang dan waktu Kau dan kami, kita bergandengan dalam langkah kerja Halo sahabatku Siapa menduga hari terakhirmu tiba? Kau memang sedang didera penyakit Kau sudah berjuang melawan penyakit itu Kau tiada sendirian dalam arus itu Kaum keluargamu, kami pun ada di sana dalam doa dan dukungan materil  Siapa yang dapat menahan kuasa Ilahi? Tuhan Sang Khalik memiliki segalanya Ia memberi keluasan pada kita untuk hidup Ia menyediakan ruang dan peluang berkarya Ia bersama kita sepanjang karsa dikaryakan Kini... Sang Khalik memilih dirimu untuk bersama-Nya Aku di sini menangis bersama kaummu, sahabat Kami mengantarkan jasadmu ke liang lahat Kami mengingat jasamu di dinding berpahat Umi Nii Baki-Koro'oto, 11 Maret 2025 Heronimus Bani

Naa' dan Naaf dua kata Bahasa Amarasi beda Makna

Gambar
  Sumber: https://www.liputan6.com/ Dalam satu kesempatan berbicara di muka umum (walaupun jumlahnya tidak lebih dari 50 orang); saya mengucapkan satu kata dalam Bahasa Indonesia. Kata itu yakni: darah.  Selanjutnya saya sampaikan bahwa dalam Bahasa Meto'-Amarasi ada dua versi kata untuk satu terjemahan untuk kata darah.  Dua versi kata itu yakni naa' dan naaf ( / aa / disebut vokal rangkap, diucapkan lebih lama/panjang). Mereka yang mendengar dua istilah yang saya gunakan dengan tambahan himbauan, terlihat menggangguk-angguk. Mereka yang mengangguk terlihat berumur rerata di atas 60 tahun. Himbauan saya sederhana, dalam bahasa Amarasi Mi'uab amko-koetan natuin naa' re' nat'oop. Amko-koetan amsa' natuin sufaf na'ko atupas naan , ( terjemahannya, bicarakan secara hati-hati dalam hikmat berhubung telah terjadi pertumpahan darah. Bicaralah secara berhati-hati dalam hikmat pula karena ada keturunan dari (dia) yang sudah meninggal itu). Naa' ~ Darah Jika...

Kupas Makna Kata Boet, Fanut, Safet

Pengantar Ketika sakit, saya melakukan paling tidak tiga hal yang orang tidak pikirkan yakni: mencuci tangan, mencuci kaki, dan bila ke "belakang pasti melakukan apa yang lazim sesudah b a b. Mencuci tangan dan kaki saya lakukan berhubung saya tidak boleh mandi dulu, sementara yang satu mesti dilakukan walau airnya dingin karena terendam terlebih dahulu di dalam bak kamar mandi. Boet , fanut dan safet , tiga kata sederhana yang dipunyai masyarakat pemilik dan pengguna Bahasa Amarasi-Kotos. Ketiganya bila diterjemahkan ke dalam Bahasa Indonesia, sama artinya yakni: cuci, mencuci. Boet sebagai kata kerja terlihat peranannya bila disematkan pada objek boet. Bila telah disematkan sebagai bagian frasa dan kalimat, huruf /t/ akan luluh. Kata ini dipergunakan untuk perlakuan pada waktu : boe 'bu'uf (mencuci sesudah b a b yang disebut cebok ) boe utan, boe sisi ( mencuci sayuran dan daging irisan sebelum dimasak) boe pena', boe hau fua' (mencuci makanan/buah-buahan sebelu...

Eek Mepu-Ranan atau Eek Meup Ranan?

Gambar
Eek Mepu-Ranan atau Eek Meup Ranan ? Moment pasangan nikah adat dalam satu acara pengesahan perkawinan menurut hukum adat masyarakat adat Pah Amarasi. Foto: Roni Bani Judul tulisan ini dalam Bahasa Amarasi (Kotos-Roi'is). Bila diterjemahkan secara harfiah, artinya, tutup kerja (dan) jalan, atau tutup kerja jalan? Frasa pada judul ini selalu ada dalam urusan perkawinan menurut hukum adat perkawinan yang berlaku di dalam masyarakat adat Pah Amarasi. Banyak ayat (aaz:  era', skini' ) yang tidak tertulis dapat ditambah-tambahkan atau dikurang-kurangkan sesuai kebutuhan dan atau mungkin keinginan dan selera. Selama penambahan atau pengurangan itu logis diterima semua yang hadir pada saat pelaksanaan. Eek mepu-ranan satu frasa yang menarik. Setiap pasangan nikah adat yang akan keluar antar wilayah dusun dan atau  wilayah desa pada akhirnya akan tutup kerja (dan) jalan. Maknanya, gadis yang selama ini berada dalam wilayah dusun dan atau desa, akan pergi meninggalkan wilayah terse...

Kokok Ayam di Tanah Timor

Gambar
Kokok Ayam di Tanah Timor  sumber:  istimewa/foxnews/ Beberapa tahun ini dalam rangka membaca Alkitab,khususnya konsep-konsep terjemahan injil Markus ke dalam bahasa Meto', pasti ada kisah dimana ayam berkokok.  Ayam berkokok dalam kisah itu menjadi tanda pada Petrus bahwa dia telah menyangkal Gurunya, Rabi Yesus. Kisah ini akan selalu dibaca oleh kaum Nasrani pada peringatan Minggu Sengsara Yesus. Irisan refleksi variatif untuk mengantarkan umat pada titik pemahaman seturut perkembangan zaman. Nah, bila ada beberapa pertanyaan ditujukan pada orang Timor, misalnya: jam berapa ayam berkokok dan apakah ada indikasi tertentu yang dibaca oleh orang Timor? Pada saat bertanya seperti ini, beberapa orang muda tidak dapat segera memberi reaksi untuk menjawab. Umumnya mereka akan tersenyum atau bahkan tertawa. Itu pertanda bahwa mereka belum memiliki pengetahuan lokal tentang tanda-tanda alam, walau tak seutuhnya logis dari aspek sains.  Ayam berkokok pada jam terten...

Nama Rayon dalam Bahasa Daerah khas di Jemaat Pniel Tefneno Koro'oto Klasis Amarasi Timur

Gambar
  Sumber Gambar: https://www.sonora.id/ Nama Rayon dalam Bahasa Daerah khas di Jemaat Pniel Tefneno Koro'oto Klasis Amarasi Timur tulisan bersambung 2c Kata berikut yang akan diuraikan secara gamblang yakni Atuntakus Aspek Linguistic dan Socio-Culture Kata Atuntakus sudah menjadi kata kuno, jarang dipakai dan nyaris hilang. Uraian kata atuntakus kira-kira seperti ini. tutaa' ~ sambung topangan kehidupan orang sulit memahami kata tutaa' yang berdiri sendiri. Kata ini bila berada dalam satu frasa atau kalimat akan dapat dipahami, walau tidak semua orang mampu mencerna secara cepat. Misalnya, au tutaa' ka ~ terjemahan harfiahnya  saya (punya) sambungan penopang kehidupan Jadi kata tutaa' sebagai satu kata yang berhubungan dengan generasi sebelumnya. Mereka yang disebut sebagai orang tua menjadi tutaa' bagi anak, cucu dan generasi berikutnya. Setiap generasi menjadi tutaa' bagi generasi berikutnya, sehingga terjadi rantai tutaa' yang menghasilkan silsilah d...

Nama Rayon dalam Bahasa khas di Jemaat Pniel Tefneno Koro'oto Klasis Amarasi Timur

Gambar
Lidah api, sumber: https://www.istockphoto.com/id/ Nama Rayon dalam Bahasa khas di Jemaat Pniel Tefneno Koro'oto Klasis Amarasi Timur Sambungan 2b Kata berikut yang akan diuraikan dalam tulisan bersambung kali ini yakni Apinat.  Aspek Linguistic dan Socio-Culture Kata apinat berasal dari kata dasar, pina' artinya nyala dan pijar, mendapat awalan pembentuk kata benda /a/ dan akhiran /t/ menjadi apinat. Maka, kata apinat artinya yang menyala, yang berpijar. Kepada pembaca agar menjadi jelas, kata benda (orang, pelaku) sebagai biasanya dibentuk dengan memberi prefiks /a/ dan sufiks /t/ atau /b/ pada kata suatu kata dasar yang bersifat kata kerja dan kata sifat. Perhatikan contoh-contoh diberikut ini: moe' ~ artinya buat, lakukan, (MK ~ bekin, bikin), menjadi amo'et ~ orang yang berbuat ~ pelaku . Cermati Prefiks /a/ dan sufiks /t/ serta berpindah (metathesis) tempat/posisi lambang bunyi /'/ glotal. uab ~ artinya bicara, omong, menjadi a'uab ~ orang yang berbicara ...

Nama Rayon dalam Bahasa khas di Jemaat Pniel Tefneno Koro'oto Klasis Amarasi Timur

Gambar
  Nama Rayon dalam Bahasa khas di Jemaat Pniel Tefneno Koro'oto Klasis Amarasi Timur Pada tulisan bersambung seri kedua ini, akan ditempatkan nama-nama Rayon yang menggunakan abjad /a/  Amahoet,  Pendekatan uraian dari tiap kata diurutkan sebagai berikut, secara linguistic, socio-culture , dan sedikit dogma theology . Penulis menggunakan term sedikit , berhubung kapasitas diri bukan seorang sarjana teologi dan juga bukan seorang pendeta (pelayan). Amahoet Aspek Linguistic dan Sosio-culture Kata amahoet dibentuk dari kata dasar hoe, menjadi kata benda hoet, hoen, serta kata sifat hoeb. Bila diterjemahkan secara harfiah dalam bahasa Melayu Kupang artinya, tabuang-buang, tapo'a buang-buang, tasiram; yang dalam Bahasa Indonesia kira-kira artinya, limpah, berlimpah-limpah, melimpah. Ketika kata ini disematkan pembentuk kata benda orang /a/ menjadi amahoet, maka terjemahannya menjadi Pemberi Kelimpahan, Sumber segala sesuatu yang melimpah-ruah dan darinya dapat menimba, dn men...

Nama Rayon dalam Bahasa khas di Jemaat Pniel Tefneno Koro'oto Klasis Amarasi Timur

Gambar
Papan nama GMIT Jemaat Pniel Tefneno Koro'oto Foto: dokpri, RoniBani  Nama Rayon dalam Bahasa khas di Jemaat Pniel Tefneno Koro'oto Klasis Amarasi Timur (tulisan bersambung) Pengantar Dalam tahun-tahun pelayanan GMIT di jemaat-jemaat lokal, di sana terdapat kelompok-kelompok kecil dalam jumlah tertentu yang disebut Rayon. Ada varian sebutan atau penamaan seperti: Gugus, Sel, Resort, dan Lingkungan, namun umumnya Jemaat-jemaat lokal GMIT mengenal istilah Rayon. Dalam wilayah rayon terdapat sejumlah kepala keluarga (rumah tangga) yang akan selalu mendapatkan pelayanan ibadah menurut jadwal yang diatur oleh anggota Majelis Jemaat (penatua, diaken, pengajar) yang diutus bertugas di sana. Salah satu Jemaat lokal di GMIT yakni Jemaat Pniel Tefneno Koro'oto dalam Klasis Amarasi Timur. Jemaat ini terletak di desa Nekmese, dalam wilayah Kecamatan Amarasi Selatan Kabupaten Kupang, NTT. Jemaat ini, sebagaimana jemaat-jemaat pedesaan lainnya memiliki sejarah dan ziarah yang cukup panja...

Amalgamation dan Resetlement Program Pemukiman Penduduk ala Victor H. R. Koroh Di Amarasi-Timor, 1968 – 1975

  AMALGAMATION DAN RESETLEMENT PROGRAM PEMUKIMAN PENDUDUK ALA VICTOR H. R. KOROH DI   AMARASI-TIMOR,   1968 – 1975   Heronimus Bani [1]   Abstrac t This paper discusses the process of transferring traditional villages from the system of zelfbestuur or swapraja to a new system of village organisation in Amarasi (south-west Timor) between 1968 and 1975. In 1968 there were 60 traditional villages in Amarasi when the government began a process of forced village relocation and amalgamation. The government constructed 23 new villages which were organised along a new system of village administration. The population originally resisted this relocation and because of this the government sent officers to destroy their houses and force them to relocate to new areas, known as amalgamated villages. The population did not have the power to resist this relocation and had to re-start their lives in the new villages and built their own houses, churches, roads an...