Postingan

Uki Mnatu'

Gambar
Uki Mnatu' Pengantar Sewaktu bekerja bersama-sama di kompleks Pastorian Jemaat Koro'oto, seorang bapak menggunakan idiom uki mnatu' pada seorang bapak yang sudah tua. Lalu, seorang pemuda yang tidak paham bertanya, "Mengapa menggunakan istilah itu pada orang yang sudah tua?"  Bapak itu tidak memberikan jawaban yang memuaskan sang pemuda, tetapi ia pun tidak mau bertanya lagi untuk mendapatkan jawaban yang memuaskannya. Nah, dalam tulisan ini saya akan mencoba mengulas makna idiom uki mnatu' yang disematkan pada orang yang sudah tua. Uki Mnatu', Pisang Masak Bila menerjemahkan idiom uki mnatu' secara lurus uki ~ pisang dan mnatu' ~ emas. Jadi uki mnatu' artinya pisang emas. Tapi, senantiasa orang melihat pisang yang sudah masak disebutkan dalam bahasa Amarasi dialek Kotos dengan istilah uki mnatu' ~ pisang masak. Pisang yang sudah matang akan tiba pada titik masak. Warna kulitnya yang semula hijau berubah menjadi kuning. Daging buah pisang y...

Oe je 'So'en Hau goe Mnaitin

 Oe je 'So'en Hau goe Mnaitin Pengantar Setiap urusan perkawinan menurut huku adat perkawinan di Pah Amarasi, hampir selalu ada istilah ini walau tidak disebutkan oeh mereka yang menikah secara adat itu. Pengucapan kalimat bermakna (konotatif) di atas diucapkan oleh para pemuka adat. Mereka yang paham akan mengetahui makna di balik ungkapan konotatif itu. Sementara yang mendengar saja, hanya bingung dan bengong, apa artinya? Jika ada yang mengetahui dua jenis benda yang disebutkan di sana, mereka akan membayangkannya dan mengetahui bentuk, rupa dan wujudnya. Tapi, apakah mereka mengetahui maknanya? Cobalah bertanya, apa makna di balik oe je 'so'en hau goe mnaitin? Fakta dan Makna Filosofis  Secara faktual ada dua benda yang disebutkan dalam idiom oe je 'so'en hau goe mnaitin .  Kedua benda itu adalah air (oe) dan kayu (hau). Kata kerja yang digunakan pada idiom itu, untuk air, 'so'en , artinya menimba, ditimba, tertiba, dan untuk kayu, mnaitin artinya, a...

Etika Berbicara dalam Konteks Atoin' Meto' di Pah Amarasi

  Etika Berbicara dalam Konteks Atoin' Meto' di Pah Amarasi Pengantar Melalui aplikasi WhatsApp seorang pendeta mengirim pesan sebagai berikut, "Bapa, beta agak kurang nyaman di sini. Biasa orang akan panggil beta: Ibu, lu mau pi mana? Ato Ibu, kamu su habis ibdah? Ada ko bahasa Timor untuk panggilan halus untuk yang lebih tua, ato yang dihormati? ato karna terjemahan bahasa hanya ada ^ho^?   Ada dua kata yang saya beri huruf tebal sekaligus garis bawah. Sang pendeta merasa tidak nyaman pada dua kata itu. Rasanya secara etika, ia kurang mendapat tempat "terhormat" sebagai salah satu pemimpin di dalam kampung, apalagi ia seorang pemimpin umat. Apa yang dapat saya sampaikan kepada sang pendeta tentang situasi seperti itu? Bahwa masyarakat pedesaan Timor menerjemahkan secara lurus kata [ ho] ke dalam Bahasa Melayu Kupang menjadi [lu] atau ke dalam Bahasa Indonesia menjadi [kamu]; atau [kau]. Hal ini berangkat dari ungkapan sehar-hari seperti ini, Ho mnao meu mee ?...

Tilon atau Tilong

Gambar
  Tilon atau Tilong Saya dan sejumlah orang mendengar cerita mantan Kepala Desa Oefafi Kecamatan Kupang Timur, M. Tameno. Ia bercerita banyak hal, dan kami mendengarkan secara saksama sambil sesekali tertawa berhubung beliau menyelipkan frase-frase humor. Satu di antara cerita-ceritanya itu tentang nama Tilon , yang sekarang menjadi Tilong. Sebagai Atoin' Meto' yang terus belajar, saya paham bahwa ada varian dialek Uab Meto', yang menyebabkan lafal berbeda, di antaranya /tilon/ atau /tiron/. Pertanyaannya, apa artinya? Tilon atau tiron, artinya tidur beristirahat sambil memamah. Siapa yang tidur beristirahat sambil memamah? Jawabannya, sapi dan kuda. Sapi dan kuda bila tidur sambil memamah, atau mengunyah Atoin' Meto' menggunakan kata / tilon / atau / tiron /. Oleh karena itu, ada dua kampung di sekitar Kupang Timur yang dinamakan Bijaetilon dan Bikaestilon. Apakah kedua kampung ini masih ada? Jawabannya, secara faktual keduanya sudah punah, tetapi nama mereka d...

Sopan di depan Petinggi Negeri

Gambar
oleh: Heronimus (Roni) Bani Sopan di Depan Petinggi Negeri Sekedar Awalan Hari ke-8 kami sedang ada dalam tugas membaca, mengoreksi ejaan, membahas hal-hal yang menurut awam dan pembina patut diperhatikan oleh tim konseptor naskah. Tugas kami dalam tim seperti itu yang sedang kami lakukan pada naskah Cerita Yusuf dalam Kitab Kejadian. Rasanya tugas itu ringan, tetapi bila membahas ayat per ayat dan masuk dalam pengetahuan teologi,sosiologi, dan linguistik misalnya, itu sungguh bukan tugas mudah dan murah.  Kitab Kejadian masuk dalam proyeksi untuk diterjemahkan ke dalam Bahasa Amanuban oleh Unit Bahasa dan Budaya GMIT. Hari ini saya mencatat kata-kata yang biasanya dipakai masyarakat Banam (Amanuban) untuk menyapa petinggi secara sopan. Hal yang mirip ada juga di kalangan masyarakat Pah Amarasi. Kata yang Sopan di Depan Petinggi Negeri Banyak hal harus mendapat perhatian bila menghadap usif, uispah di sonafnya. Masyarakat harus memperhatikan sikap dan t...

Belajar dari Cabe

Gambar
Belajar dari Cabe Sumber: kompasiana.com Pengantar Beberapa hari ini saya agak tidak nyaman di sekolah. Sesungguhnya saya sudah menyadari sejak awal ketika saya berada di sekolah itu. Ketidaknyamanan mereka yang "orisinal" dan kami yang "imitasi" di tempat dimana kam berkumpul bukan sebagai kerumunan tetapi sebagai abdi negara dalam status yang berbeda. Sayang sekali bahwa sekalipun di lembaga pendidikan, hal yang saya sebutkan dalam tanda petik di atas secara senyap dimainkan pada kami yang imitasi. Saya sadar bahwa yang datang dengan embel-embel imitasi biasanya mudah disingkirkan. Maka, saya selalu mengingatkan rekan-rekan guru tanpa pandang orisinil atau imitasi, bahwa kesiapan diri untuk menjadi yang lebih baik dalam kualitas diri dan pelayanan harus nyata, nampak terlihat, dapat dirasakan oleh pemangku kepentingan di dalam sekolah dan di luar sekolah. Kekuatiran saya akhirnya terbukti. Seorang di antara kami yang imitasi akhirnya "didepak...

ATOUP NONI - Ciptaan. Pinus Niron / Roni Bani - Vocal. Pengawas Goup

Gambar